SUPAYA MENJADI ORANG YANG BERSYUKUR

Apabila seseorang menginginkan jiwanya terhindar dari hasad, hidupnya tenang, hati damai, tentram dan banyak bersyukur, tidak meremehkan nikmat Allah, maka janganlah melihat dalam urusan dunia kepada orang yang di atasnya, tetapi lihatlah orang yang dibawahnya.


Contoh misalkan, kalau sudah punya rumah sendiri, walaupun rumahnya dari bilik bambu, berlantai tanah dan beratap jerami, lihatlah orang-orang yang rumahnya reot mau ambruk, atau yang pindah-pindah kontrakan atau tinggal di bawah jembatan, di bawah jalan tol layang atau di pembuangan sampah, agar bersyukur kepada Allah. Jangan melihat yang punya rumah batu yang mewah nan megah.

Begitu pula masalah kendaraan, masalah kesehatan, bentuk fisik dan lain sebagainya, lihatlah orang-orang yang keadaannya dibawahnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ

“Jika salah seorang diantara kalian melihat orang yang dilebihkan harta dan fisiknya, maka hendaknya dia melihat orang yang ada dibawahnya.” (Riwayat Bukhari).


Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun sebaliknya kalau urusan akhirat, lihatnya orang yang di atasnya, supaya berlomba untuk berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat.

Berkata Ibnu Hazm rahimahullah :

انظر في المال والحال والصحة إلى من هو دونك، وانظر في الدين والعلم والفضائل إلى من هو فوقك” الأخلاق والسير (ص 23)

Lihatlah pada harta, keadaan, dan kesehatan dari orang yang berada di bawahmu dan lihatlah pada agama, ilmu dan keutamaan-keutamaan kepada orang yang berada di atasmu. (Akhlak Was Siyar Fi Madawatin Nufus Hal 23).

Untuk itu, jika ada orang yang mengunggulimu di dalam urusan dunia, maka kamu mengunggulinya dalam perkara akhirat, supaya hati ini tenang dan tidak gelisah melihat orang yang unggul dalam masalah dunia.

Berkata Al Hasan Al Bashri rahimahullah :

إذا رأيت الرجل ينافسك في الدنيا فنافسه في الآخرة

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.” (Latho-if Ma’arif, hal. 268).

 

Mari bantu oprasional Salam TV dan Arrisalah FM, silahkan kirim bantuan anda ke:
Rek. Bank Muamalat
211-006-7128
a.n SALAM TV PEDULI
Rek. Bank BSI
5414111116
a.n Salam TV
Konfirmasi Transfer :
📱Konfirmasi wa.me/6281370031616
(official salam tv)
syukron jazakumullahu khairan
www.salamtelevisi.com
www.radioarrisalah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *