TAMU DAN TITIPAN
Home/Artikel / TAMU DAN TITIPAN
TAMU DAN TITIPAN

Ibnu Mas'ud mengatakan :
.
مَا أَحَدٌ أَصْبَحَ فِي الدُّنْيَا إِلَّا وَهُوَ ضَيْفٌ وَمَالُهُ عَارِيَةٌ. فَالضَّيْفُ مُرْتَحِلٌ وَالْعَارِيَةُ مَرْدُوْدَةٌ
.
Semua orang di dunia ini adalah 'tamu'. Sedangkan harta seluruhnya adalah titipan. Semua tamu pasti pergi sedangkan barang titipan itu harus dikembalikan kepada pemilik"
📚 (Az-Zuhd karya Imam Ahmad no 906).
.
🏙️Demikianlah hakekat hidup di dunia. Manusia yang hidup di dunia hakekatnya adalah adalah 'tamu'. Semestinya 'tamu' itu memikirkan rumahnya yang sesungguhnya, bukan malah memikirkan rumah tempat bertamu.
.
🎇Oleh karena itu orientasi hidup seorang muslim di dunia adalah akherat.
Semua kita akan 'mudik' ke akherat. Pastikan kita tidak salah pulang kampung. Kampung asli kita adalah surga Allahﷻ.
.
🔅Pastikan kendaraan mudik itu siap. Demikian pula bekal untuk mudik ke kampung akherat itu benar-benar cukup.
.
💸Hakekat harta adalah barang titipan yang sewaktu-waktu bisa diminta oleh pemilik tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan menyadari hal ini kita akan mudah untuk bersabar menghadapi musibah kehilangan harta.
..
🔅Tentu saja kita tidak boleh marah marah ketika pemilik mengambil barang titipan. Demikian pula sikap yang seharusnya kita miliki ketika Allahﷻ mengambil barang titipan-Nya dengan musibah yang menimpa harta kita.
.
🖋 Penulis : Ustadz Aris Munandar SS M.P.I حفظه الله تعالى

Leave a Reply

Your email address will not be published.